DARI ASESMEN KE KEPUTUSAN KURIKULUM: KERANGKA KONSEPTUAL UMPAN BALIK BERBASIS AMANAH DALAM MANAJEMEN MADRASAH
DOI:
https://doi.org/10.70412/itr.v5i2.542Keywords:
Asesmen Formatif, Amanah, Pengambilan Keputusan Berbasis Data, Manajemen Kurikulum, MadrasahAbstract
Pemanfaatan hasil asesmen di madrasah sering berhenti pada pelaporan capaian belajar dan belum selalu menghasilkan keputusan perbaikan kurikulum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan transformasi bukti asesmen menjadi keputusan kurikulum serta merumuskan kerangka konseptual umpan balik berbasis amanah dalam manajemen madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah literatur mengenai asesmen formatif, pengambilan keputusan berbasis data, manajemen kurikulum, akuntabilitas pendidikan, dan kepemimpinan pendidikan Islam. Literatur dipilih berdasarkan relevansi tematik, keterlacakan publikasi, dan kontribusi konseptual, kemudian dianalisis melalui analisis isi, perbandingan argumen, dan sintesis tematik-kritis. Hasil kajian mengidentifikasi empat persoalan yang saling terkait, yaitu keterbatasan interpretasi bukti, kapasitas profesional pendidik, koordinasi kelembagaan, dan akuntabilitas tindak lanjut. Kajian juga merumuskan lima dimensi amanah: integritas informasi, keadilan pendidikan, partisipasi profesional, transparansi keputusan, dan tanggung jawab atas dampak kebijakan. Integrasi temuan tersebut menghasilkan kerangka umpan balik enam tahap yang mencakup penghimpunan bukti asesmen, verifikasi informasi dan konteks, interpretasi kolaboratif, penetapan keputusan kurikulum, implementasi dan pendampingan, serta evaluasi dampak. Setiap tahap dilengkapi usulan peran, sumber bukti, keluaran, dan indikator peninjauan agar keputusan dapat ditelusuri dan dievaluasi secara berkelanjutan. Secara khusus, model mengaitkan keputusan tingkat kelas dengan kewenangan manajerial madrasah melalui musyawarah, dokumentasi alasan, pemeriksaan kesetaraan dukungan belajar, serta penilaian konsekuensi kebijakan yang diambil. Kerangka ini menawarkan kontribusi berupa penerjemahan amanah dari prinsip normatif menjadi kriteria evaluatif pengambilan keputusan kurikulum. Karena belum diuji secara empiris, penerapannya memerlukan pengujian pada madrasah dengan karakteristik kelembagaan yang beragam.
References
Bennett, R. E. (2011). Formative assessment: A critical review. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 18(1), 5–25. https://doi.org/10.1080/0969594X.2010.513678
Biesta, G. (2007). Why “what works” won’t work: Evidence-based practice and the democratic deficit in educational research. Educational Theory, 57(1), 1–22. https://doi.org/10.1111/j.1741-5446.2006.00241.x
Black, P., & Wiliam, D. (2009). Developing the theory of formative assessment. Educational Assessment, Evaluation and Accountability, 21(1), 5–31. https://doi.org/10.1007/s11092-008-9068-5
Booher-Jennings, J. (2005). Below the bubble: “Educational triage” and the Texas accountability system. American Educational Research Journal, 42(2), 231–268. https://doi.org/10.3102/00028312042002231
Brooks, M. C., & Mutohar, A. (2018). Islamic school leadership: A conceptual framework. Journal of Educational Administration and History, 50(2), 54–68. https://doi.org/10.1080/00220620.2018.1426558
Hattie, J., & Timperley, H. (2007). The power of feedback. Review of Educational Research, 77(1), 81–112. https://doi.org/10.3102/003465430298487
Heritage, M., Kim, J., Vendlinski, T., & Herman, J. (2009). From evidence to action: A seamless process in formative assessment? Educational Measurement: Issues and Practice, 28(3), 24–31. https://doi.org/10.1111/j.1745-3992.2009.00151.x
Mahsusi, Hudaa, S., Fahmi, M., Kusen, Haryanti, N. D., & Wajdi, M. B. N. (2024). Achieving excellence: The role of digital transformation in madrasah management and Islamic culture. Cogent Arts & Humanities, 11(1), Article 2304407. https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2304407
Mandinach, E. B. (2012). A perfect time for data use: Using data-driven decision making to inform practice. Educational Psychologist, 47(2), 71–85. https://doi.org/10.1080/00461520.2012.667064
Nicol, D. J., & Macfarlane-Dick, D. (2006). Formative assessment and self-regulated learning: A model and seven principles of good feedback practice. Studies in Higher Education, 31(2), 199–218. https://doi.org/10.1080/03075070600572090
Parker, L., & Raihani, R. (2011). Democratizing Indonesia through education? Community participation in Islamic schooling. Educational Management Administration & Leadership, 39(6), 712–732. https://doi.org/10.1177/1741143211416389
Penuel, W. R., Fishman, B. J., Yamaguchi, R., & Gallagher, L. P. (2007). What makes professional development effective? Strategies that foster curriculum implementation. American Educational Research Journal, 44(4), 921–958. https://doi.org/10.3102/0002831207308221
Sadler, D. R. (1989). Formative assessment and the design of instructional systems. Instructional Science, 18(2), 119–144. https://doi.org/10.1007/BF00117714
Schildkamp, K., van der Kleij, F. M., Heitink, M. C., Kippers, W. B., & Veldkamp, B. P. (2020). Formative assessment: A systematic review of critical teacher prerequisites for classroom practice. International Journal of Educational Research, 103, Article 101602. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2020.101602
Schildkamp, K., & Kuiper, W. (2010). Data-informed curriculum reform: Which data, what purposes, and promoting and hindering factors. Teaching and Teacher Education, 26(3), 482–496. https://doi.org/10.1016/j.tate.2009.06.007
Siahaan, A., Supardi, S., Wardani, W., Fauzi, Z. A., Hasibuan, P. M., & Akmalia, R. (2023). Manajemen kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan. Journal on Education, 5(3), 9189–9196. https://doi.org/10.31004/joe.v5i3.1723













