PERAN SURAU AL-FURQON DAN BALAI RAYA SEBAGAI RUANG PENDIDIKAN NONFORMAL MASYARAKAT KAMPUNG GONG DATUK, TERANGGANU

Authors

  •   Anggun Anugrah  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,  Indonesia
  •   M. Khalilullah  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,  Indonesia
  •   Muhammad Hafizi Zul Arif  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,  Indonesia
  •   Muhammad Fawwaz  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,  Indonesia
  •   Tabi’atul Mustawi  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,  Indonesia
  •   Muhammad Luqman Hakim  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70412/itr.v5i2.480
 

Keywords:

Surau Al-Furqon, Pendidikan Nonformal, Pendidikan Islam, Partisipasi Masyarakat, Balai Raya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Surau Al-Furqon dan Balai Raya sebagai ruang pendidikan Islam nonformal bagi masyarakat di Kampung Gong Datuk, Kuala Nerus, Terengganu, serta mengidentifikasi bentuk kegiatan, partisipasi masyarakat, dan manfaat yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada 21 Juli–17 Agustus 2026, sedangkan wawancara dilakukan pada 22–23 Agustus 2026 dengan dua informan yang dipilih secara purposive, yaitu pengurus Surau Al-Furqon dan pengajar di Balai Raya. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surau Al-Furqon dan Balai Raya membentuk ekosistem pendidikan Islam nonformal yang terintegrasi melalui pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak dan orang dewasa, pengajian selepas Maghrib, kajian Jumat selepas Subuh, serta kegiatan pembinaan dan keterampilan keagamaan. Keberlangsungan kegiatan didukung oleh partisipasi masyarakat, tata kelola yang terstruktur, ketersediaan ruang dan fasilitas, serta relevansi program dengan kebutuhan warga. Temuan ini menunjukkan bahwa surau dan ruang komunitas dapat berfungsi sebagai lingkungan pendidikan nonformal ketika didukung oleh kelembagaan, program yang relevan, partisipasi masyarakat, dan hubungan sosial yang berkelanjutan.

References

Fadli, M. R. (2020). Peran Modal Sosial dalam Pendidikan Sekolah. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 8(2), 152–161. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v8i2.3363

Farhan, F., Nurwadjah, & Andewi Suhartini. (2022). masjid sebagai basis pendidikan non formal. Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan, 14(1), 46–57. https://doi.org/10.47435/al-qalam.v14i1.630

Fillah, N. (2026). pendidikan islam nonformal berbasis komunitas: studi tentang model pendidikan masjid dan sekolah asrama islam. 10.

Habibi, M. M. (2015). Pendidikan Islam di Masjid Kampus; Perbandingan Majlis Ta’lim di Masjid Kampus Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 115. https://doi.org/10.14421/jpi.2015.41.115-139

Karlina Putri, Nurul Azizah, Karima Karima, & Gusmaneli Gusmaneli. (2024). Majelis Ta’lim sebagai Lembaga Pendidikan Islam Non Formal di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 2(2), 157–164. https://doi.org/10.61132/jmpai.v2i2.173

Khairunnisa, S. M., Nurhayati, S., & Elshap, D. S. (2024). optimalisasi peran masjid sebagai pusat pendidikan masyarakat di tengah pandemi di masjid al ihsan pos kulon desa kertamulya kecamatan padalarang kabupaten bandung barat.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Third edition). SAGE Publications, Inc.

Mujahidah, I., Afivah, R., Nadia, S., & Purnomo, S. (2026). eksistensi surau dalam membentuk tradisi pendidikan islam di minangkabau pra abad 20.

Zainur, S., Marlina, D., & Irfanda, H. (2026). deeplearningpembelajaran mendalam di lembaga pendidikan islam:literaturreview. 05.

Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94(Suppl.), S95–S120.

Coombs, P. H., & Ahmed, M. (1974). Attacking rural poverty: How nonformal education can help. Baltimore: Johns Hopkins University Press.

Faure, E., Herrera, F., Kaddoura, A.-R., Lopes, H., Petrovsky, A. V., Rahnema, M., & Ward, F. C. (1972). Learning to be: The world of education today and tomorrow. Paris: UNESCO.

Lave, J., & Wenger, E. (1991). Situated learning: Legitimate peripheral participation. Cambridge: Cambridge University Press.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. New York: Simon & Schuster.

Abdul Rahim bin Ahmad Shaharuddin. (2026, 22 Agustus). Wawancara dengan pemuda aktif Surau Al-Furqan, Kampung Gong Datok, Kuala Nerus, Terengganu.

Norni Razali, Ustazah. (2026, 23 Agustus). Wawancara mengenai kelas mengaji anak-anak Balai Raya Kampung Gong Datok, Kuala Nerus, Terengganu.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Anugrah, A., M. Khalilullah, Muhammad Hafizi Zul Arif, Muhammad Fawwaz, Tabi’atul Mustawi, & Muhammad Luqman Hakim. (2026). PERAN SURAU AL-FURQON DAN BALAI RAYA SEBAGAI RUANG PENDIDIKAN NONFORMAL MASYARAKAT KAMPUNG GONG DATUK, TERANGGANU. IHTIROM : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 424–439. https://doi.org/10.70412/itr.v5i2.480