MANAJEMEN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN DERADIKALISASI: MENJEMBATANI KESENJANGAN ANTARA TEORI TOLERANSI DAN PRAKTIK LAPANGAN
DOI:
https://doi.org/10.70412/itr.v5i1.357Keywords:
Manajemen Kurikulum, Deradikalisasi, Pendidikan Toleransi, Moderasi Beragama, Reintegrasi SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum dalam pendidikan deradikalisasi di Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) serta menjelaskan bagaimana kurikulum berbasis toleransi menjembatani kesenjangan antara konsep toleransi dan praktik lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum deradikalisasi di YLP dilaksanakan secara holistik melalui tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang mengintegrasikan nilai toleransi, moderasi beragama, pemberdayaan ekonomi, dan reintegrasi sosial. Pendekatan tersebut berkontribusi dalam membangun pemahaman keagamaan yang lebih moderat, meningkatkan partisipasi sosial, serta mendukung kemandirian ekonomi peserta. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen kurikulum dalam pendidikan deradikalisasi tidak hanya berfungsi sebagai sistem pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa penguatan model manajemen kurikulum deradikalisasi yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan bagi pengembangan pendidikan toleransi di Indonesia.
References
Biyanto. (2023). Religious moderation and its challenges in Indonesia. Journal of Indonesian Islam, 17(1), 25–45.
Bogdan, R., & Taylor, S. J. (2014). Introduction to qualitative research methods. Wiley.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Denzin, N. K. (2017). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. Routledge.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.
Hasan, N., & Rahim, R. (2023). Community-based peace education and social reintegration. Journal of Peace Education, 20(1), 45–60.
Khoiri, A., & Farihah, I. (2023). Community empowerment in deradicalization programs. Journal of Social Studies Education Research, 14(2), 112–130.
Kruglanski, A. W., Bélanger, J. J., & Gunaratna, R. (2021). The three pillars of radicalization: Needs, narratives, and networks. Oxford University Press.
Kisbiyanto. (2016). Pendidikan toleransi dalam perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 180–195.
Lyons, M., Lyons, S., & Samson, T. (2021). Reintegration and desistance from violent extremism. Terrorism and Political Violence, 33(1), 120–138.
Maulana, A. (2022). Transformasi ideologi dalam program deradikalisasi. Jurnal Studi Keamanan, 8(1), 1–15.
Mezirow, J. (1991). Transformative dimensions of adult learning. Jossey-Bass.
Mennenga, E. (2021). Multi-stakeholder collaboration in countering violent extremism. Studies in Conflict & Terrorism, 44(5), 389–405.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mulyadi, M., & Kurniawan, A. (2022). Post-prison deradicalization and reintegration challenges. Journal of Southeast Asian Studies, 37(2), 210–230.
Nurdin, A. (2020). Religious moderation in Indonesian education. Journal of Indonesian Islam, 14(2), 345–368.
Onapajo, H., & Ozden, K. (2020). Youth radicalization and education. African Security Review, 29(1), 10–20.
Posner, G. J. (1995). Analyzing the curriculum. McGraw-Hill.
Rabasa, A., Pettyjohn, S. L., Ghez, J. J., & Boucek, C. (2019). Deradicalizing Islamist extremists. RAND Corporation.
Saputra, N. A., et al. (2021). Moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 290–305.
Sahar, A., & Kaunert, C. (2024). Counter-terrorism and deradicalization strategies. Journal of Policing and Security, 12(1), 50–67.
Soniya, R., & Yani, A. (2022). Peran Yayasan Lingkar Perdamaian dalam deradikalisasi. Jurnal Sosial Humaniora, 14(1), 1–20.
Subarkah, A., Rachman, J. B., & Akim. (2020). Pendidikan perdamaian berbasis komunitas. Journal of Peace Studies, 5(2), 80–95.
Ulfiyatun. (2015). Terorisme di Indonesia dan dampaknya. Jurnal Keamanan Nasional, 3(1), 70–85.
Yasini, M., & Yurman. (2017). Dampak psikologis terorisme. Jurnal Psikologi Sosial, 9(1), 35–45.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Az Zafi, A. (2020). Moderasi beragama dalam perspektif Islam. Jurnal Studi Islam, 15(1), 40–55.
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Kementerian Agama RI.
Fraser-Rahim, H., & Khalid, S. (2021). Teaching tolerance in diverse societies. International Journal of Education, 13(2), 170–185.
Gregersen, A. (2020). Community-based deradicalization programs. Global Security Review, 6(1), 90–105.













