STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS BUSANA MUSLIM BILBANA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM
Keywords:
Strategi Pengembangan Bisnis, Busana Muslim, Penjualan, Etika Bisnis Islam, SWOTAbstract
Perkembangan industri busana muslim dan transformasi pemasaran digital menuntut pelaku usaha menerapkan strategi bisnis yang adaptif tanpa mengabaikan prinsip etika bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan bisnis Bilbana dalam upaya meningkatkan penjualan, menilai kesesuaiannya dengan prinsip etika bisnis Islam, serta mengidentifikasi posisi strategis perusahaan melalui analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan pemilik, karyawan, dan konsumen, dokumentasi, serta angket SWOT. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bisnis Bilbana dilakukan melalui aspek produksi, pemasaran, sumber daya manusia, serta desain dan teknologi. Strategi tersebut berjalan seiring dengan peningkatan penjualan bersih dari sekitar Rp1,17 miliar pada 2023 menjadi Rp1,59 miliar pada 2024. Praktik bisnis Bilbana juga menunjukkan kesesuaian dengan prinsip tauhid, keadilan, kehendak bebas, dan tanggung jawab. Analisis SWOT menempatkan Bilbana pada posisi Strength-Threat (ST), sehingga strategi yang diprioritaskan meliputi penguatan kualitas dan citra merek, optimalisasi pemasaran digital, inovasi produk, serta perluasan jaringan distribusi. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bisnis busana muslim memerlukan integrasi antara adaptasi strategis, pemanfaatan teknologi, dan etika bisnis Islam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I'THISOM : Jurnal Ekonomi Syariah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














